Tarif Asrama Putri Naik, Fasilitas Masih Buruk

Asrama Putri (Asput) tampak depan
(CAHUNSOEDCOM/Fauzi Akmal Dhiatama)
Purwokerto, Cahunsoed.com – Rabu (5/4), Kenaikan tarif Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Unsoed memberatkan penghuninya. Selain karena tarif yang terlalu tinggi, fasilitas di Rusunawa atau yang lebih dikenal dengan Asrama Putri (Asput) juga masih buruk. Tarif sewa yang semula Rp 750 ribu per semester, naik sebesar Rp 500 ribu untuk mahasiswa non bidikmisi, dan Rp 250 ribu untuk mahasiswa bidikmisi.

Salah satu mahasiswi yang tinggal di asrama Eka Nurhayati, langsung ditarik Rp 900 ribu saat akan menempati Asput, padahal peraturan kenaikan ini baru akan diterapkan tahun ajaran 2017/2018. “Taunya masih 750 ribu, tapi saya ditarik 900 ribu, karena lagi butuh jadi gimana lagi,” kata Eka yang baru menempati sebulan di Asput.

Salah satu mahasiswi yang tinggal di lantai 5, Nuris Asmaul Ma’shumah, keberatan dengan kenaikan tarif. Menurutnya kenaikan ini dirasa mendadak dan terlalu tinggi, “Ya dirasanya agak berat, soalnya itu kenaikan  langsung jebret,” kata Nuris.

Lantai keramik Asput yang pecah-pecah
(CAHUNSOEDCOM/Fauzi Akmal Dhiatama)
Fasilitas Asput yang tidak layak menjadi keluhan para penghuni asrama. Seperti banyaknya lantai keramik yang pecah-pecah baik di luar atau di dalam kamar dan kualitas air yang tidak sesuai standar. “Lantai keramik pada berantakan pecah-pecah, terus kondisi air berlumut kan nggak layak dengan tarif yang baru,” lanjut Nuris.

Begitu pula yang dituturkan oleh Senior Resident atau perwakilan lantai 3, Yunita Aprianti. Yunita menjelaskan pada tahun 2016, perwakilan penghuni asrama sudah mengajukan surat penolakan kenaikan tarif kepada rektor namun tidak mendapat tanggapan. “Kami pernah mengajukan surat penolakan atas kenaikan tarif asrama tersebut tahun lalu, karena nggak ada tanggapan surat itu langsung masuk  ke rektor tapi sama saja nggak ditanggapi,” tutur Yunita.

Sementara itu, Ketua Pengelola Asrama Putri, Siti Kunarti menyebutkan kenaikan tarif sewa ini bertujuan untuk memperbaiki sistem administrasi dan pelayanan asrama yang buruk karena pendapatannya yang menurun drastis. “Kenaikannya itu kaya kosan tiap tahun kan naik, lagian kenaikannya cuma 250 ribu yang bidikmisi, 500 ribu yang non bidikmisi kan nggak terlalu banyak,” katanya saat dikonfirmasi melalui via telepon.

Ia juga menambahkan administrasi lama yang buruk menyebabkan ada mahasiswa yang menunggak tidak membayar namun lolos keluar dari asrama. “Kami sudah mengajukan ke rektor, kalau pembayaran asrama itu dibayarkan saat pembayaran UKT. Sehingga nantinya administrasi akan menjadi jelas dan terkontrol, jadi sebelum mereka menempati harus membayar dulu,” ujar Siti Kunarti yang baru menjabat sebagai Ketua Pengelola Asput setahun ini.

Ketua Pengelola Asrama Putri, Siti Kunari
mensosialisasikan tarif baru Rusunawa atau
Asrama Putri Minggu (2/4)
(CAHUNSOEDCOM/Fauzi Akmal Dhiatama)
Sosialisasi kenaikan tarif ini dilakukan Minggu (2/4) kemarin. Kenaikan tarif yang akan diterapkan pada semester depan ini memberatkan mahasiswa. Bahkan banyak penghuni yang mengambil sikap untuk meninggalkan Asrama Putri karena tarif baru dinilai memberatkan dan tidak sesuai dengan fasilitas yang disediakan.

Menurut Nuris, keluhan untuk perbaikan selama ini hanya mendapat jawaban sedang diproses. “Kalau dibilang fasilitasnya mau dibenerin bertahap, nyatanya dari awal ngeluhin tetap nggak ada perubahan,” kata Nuris. (Fauziyah Hanifah/Fauzi Akmal Dhiatama)

Editor: Triana Widyawati

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »