Mahasiswa Banyumas Raya Turun ke Jalan, Angkat Kegelisahan atas Kondisi Ekonomi Nasional
![]() |
| Cahunsoedcom/Nurfadila Alya Kirani |
Purwokerto, Cahunsoedcom – Aliansi BEM se-Banyumas Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Si Panji, Purwokerto, pada Sabtu (13/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian kritik dan tuntutan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dari Kegelisahan Menuju Aksi
Aksi ini mengangkat tema besar “Seruan Aksi Tuntutan Revolusi Indonesia: Gulingkan Prabowo Gibran”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk dari akumulasi kekecewaan atas berbagai ketidakadilan yang dirasakan selama dua tahun terakhir. Berbagai demonstrasi telah digelar berulang kali semenjak Prabowo menjabat, sementara jumlah persoalan dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang tepat.
Muhammad Zulfan Azmi, selaku Korwil 1 BEM Banyumas Raya mengatakan capaian konkret yang ingin diwujudkan melalui aksi tersebut adalah stabilitas ekonomi dan penurunan harga BBM. Selain itu, mereka juga menuntut evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak efektif dan berpotensi membebani anggaran negara.
“Harga bahan menjadi stabil, harga BBM jadi kembali seperti semula bahkan lebih murah, terus juga rupiah tidak melemah lagi kita akan kembali stabil seperti di awal, ekonomi kita akan bersih lagi karena enggak ada pemborosan APBN pada dua program yang enggak jelas itu, MBG dan Koperasi Desa Merah Putih,” katanya, Sabtu (13/6/2026).
Tindak Lanjut Tuntutan Aksi
Menurutnya, tindak lanjut aksi akan ditentukan berdasarkan respons yang diberikan terhadap tuntutan mereka. Apabila tidak ada perkembangan yang signifikan, mobilisasi massa dalam skala yang lebih besar akan kembali dilakukan.
“Nanti kita tunggu di hari Jumat, akan ada atau enggak beritanya, sehingga kalau enggak ada kita akan aksi lagi dua kali lipat lebih daripada ini,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Lebih lanjut, Ia berharap aksi tersebut dapat mendorong perhatian publik yang lebih luas terhadap persoalan yang diangkat hingga ke tingkat nasional.
“Kita nggak bisa diam saja bahwa rupiah melemah dan BBM naik, itu kita nggak bisa diam saja, sehingga ini harus ada gertakan untuk daerah ke nasional,” harapnya, Sabtu (13/6/2026).
Kenaikan Harga BBM hingga Proyek MBG jadi Sorotan Mahasiswa
Jabar, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed, menyampaikan sejumlah keresahan yang menjadi perhatian mahasiswa saat ini. Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak juga pada sektor yang lain. Ia menyoroti proyek pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat, salah satunya adalah program MBG yang memiliki anggaran besar, namun masih banyak permasalahan dalam pelaksanaannya.
“Yang menjadi keresahan saat ini sebagai mahasiswa, harga BBM yang merangsang pada harga pokok yang lain, proyek-proyek rezim yang sangat merugikan, bisa dilihat MBG proyek yang memiliki anggaran paling tinggi, para siswa pelajar banyak yang keracunan, berarti tidak ada kebecusan pemerintah untuk mengurus MBG,” jelasnya, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Jabar, dukungan dari masyarakat dan mahasiswa, khususnya di Banyumas, sangat dibutuhkan untuk membantu menyuarakan berbagai keresahan kepada pemerintah pusat.
“Yang saya inginkan dari aksi ini adalah, khususnya yang di Banyumas mendukung para masyarakat, para mahasiswa, untuk menyuarakan keresahan mereka pada pusat,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Reporte: Aida, Ayu, Nawang, Kheisya, Rafli, Salsa, Salwa
Penulis: Aisyah Khansa Pradipta
Editor: Salwa Nurlatifah

Posting Komentar untuk "Mahasiswa Banyumas Raya Turun ke Jalan, Angkat Kegelisahan atas Kondisi Ekonomi Nasional"