Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aliansi Mahasiswa se-Banyumas Raya Gelar Aksi dalam Peringatan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran


Cahunsoedcom/Khansa Ainiya

Purwokerto, Cahunsoedcom – Mahasiswa se-Banyumas Raya kembali menggelar aksi pada Selasa (20/10/2026) di depan Pendopo Si Panji. Aksi ini dilakukan untuk memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran selama menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Mereka membawa berbagai tuntutan untuk disampaikan kepada Bupati Kabupaten Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M. 


Menurut penuturan Arga selaku koordinator lapangan, aksi ini mengusung delapan tuntutan yang merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan lembaga masyarakat se-Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) pada Senin (19/10/2026) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). 


“Kemarin di tanggal 19 kita mengadakan konsolidasi di UMP dan menghimpun berbagai lembaga, organisasi ekstra, aliansi BEM, Cipayung Plus, termasuk NGO untuk bersama-sama merumuskan tuntutan dan merumuskan kajian yang komprehensif terkait evaluasi bahkan tuntutan untuk 2 tahun Prabowo Gibran ini,” ujar Arga pada Selasa (21/10/2026).


Berdasarkan hasil konsolidasi tersebut, mahasiswa merumuskan delapan tuntutan yang dibawakan. Adapun diantaranya mencakup isu kedaerahan dan nasional, mulai dari isu ekologis, kriminalitas, pendidikan, dan ekonomi hingga dorongan pertanggungjawaban kepada pemerintah dan pengawalan aspirasi masyarakat oleh DPRD Banyumas.  


Salah satu isu yang paling disoroti yaitu desakan kepada pemerintah atas fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya dinilai sudah cukup parah. 


“Kita membawakan isu kedaerahan serta nasional. Kita ingin menetapkan karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena asap sudah mengepul di mana-mana,” kata Arga pada Selasa (20/10/2026). 


Selain menyuarakan isu nasional, Arga juga menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintahan daerah Kabupaten Banyumas atas ketidakhadiran Bupati Banyumas hingga berujung pada tindakan DPRD Banyumas yang dinilai tidak mampu menjembatani aspirasi massa. 


“Bupati hari ini sedang tidak berada di Banyumas dan dikabarkan sedang ada di Jogja, kita tidak tahu agendanya seperti apa. Selanjutnya terkait DPRD Banyumas yang tidak menjembatani dan inkompetensi tuntutan yang kita bawakan, bahkan sekadar menandatangani dan mereka tidak paham realisasinya seperti apa kita kecewa,” tutur Arga pada Selasa (20/10/2026). 


Massa aksi menyatakan akan tetap konsisten dalam memperjuangkan hak-hak rakyat berdasarkan kajian yang ada dan berencana menggelar aksi lanjutan demi menuntaskan delapan tuntutan. 


“Harapannya akan ada aksi kembali. Aksi ini akan terus ada dan berlipat ganda. Nanti akan kita evaluasi kembali dan coba kita eskalasikan bersama-sama di aksi selanjutnya,” ujar Arga pada Selasa (20/10/2026). 


Sementara itu, salah satu massa aksi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Chelsea menyoroti tentang penanganan karhutla yang dinilai kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.


“Padahal udah 4 bulan sejak pertama kali kebakaran hutan melanda Kalimantan. Keluarga aku pun ikut terdampak, bahkan sampai sakit dan gak bisa nafas. Mereka gak bisa kuliah dan lain sebagainya,” ujarnya pada Selasa (20/10/2026).


Selain itu, ia juga menyoroti janji-janji pemerintah yang tidak ada kejelasan hingga sekarang.


“Kemarin waktu hari buruh itu kan mereka mau bikin perpres ojol. Cuman bilangnya udah disahkan, udah ada nomor perpresnya. Tapi sampai sekarang gak ada di JDIH dan kayaknya itu gak dikelola juga gitu,” tambahnya pada Selasa (20/10/2026). 


Sejalan dengan tuntutan, Sebastian, mahasiswa Universitas Wijayakusuma (Unwiku) pun turut menyampaikan keresahan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dan mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai diam atas isu karhutla. 


“Kenapa pemerintahan itu diam saja? Padahal kebakaran itu asapnya sampai ke negara lain dan tidak menyatakan bahwa itu bencana nasional? Kenapa malah nggak ada simpati sama sekali? Ya diam aja itu, nggak ada aksinya ya,” ujar Sebastian pada Selasa (20/10/2026). 


Selain karhutla, ia turut menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai cukup memprihatinkan. 


“Kasian sih anak-anak Indonesia pada keracunan. Tadinya makan bergizi malah jadi makan beracun,” ujarnya pada Selasa (20/10/2026). 




Reporter: Nawang, Elzha, Hendro, Kheisya, Salwa

Penulis: Corrina Anindya

Editor: Salwa Nurlatifah




Posting Komentar untuk "Aliansi Mahasiswa se-Banyumas Raya Gelar Aksi dalam Peringatan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran"