Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemilihan Rektor Dinilai Tiba-tiba hingga Komentar Instagram Ditutup, Mahasiswa Soroti Transparansi


Cahunsoedcom/Khansa Ainiya


Purwokerto, cahunsoed.com - Pemilihan rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2026-2030 menyisakan tanda tanya setelah proses sidang senat berlangsung cepat. Akhmad Sodiq kembali terpilih sebagai rektor dalam sidang yang digelar di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, pada Rabu (1/4/2026). 


Meskipun hasil telah ditetapkan, proses menuju pemilihan rektor menuai sorotan dari mahasiswa yang merasa rangkaiannya tergesa-gesa tanpa mendapatkan informasi dengan jelas. 


Timeline Terburu-buru dan Minim Transparansi 

Salah satu mahasiswa Unsoed yang tidak ingin disebut namanya, merasa kurang mendapatkan informasi sejak awal proses pemilihan rektor. Penyampaian visi dan misi calon rektor yang dilakukan pada libur semester dinilai sebagai waktu yang salah. 


“Karena visi misi pemilihan rektor dilakukan pas kita lagi libur. Jadi pemilihannya saat libur atau emang sengaja atau emang agenda settingnya seperti itu atau gimana,” tutur mahasiswa yang tidak ingin disebut namanya (15/4/2026).


Dilontarkan oleh mahasiswa Unsoed lainnya, ia merasa tidak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi terhadap calon rektor. 


“Keterwakilan kita sebagai mahasiswa kurang berasa karena kita sebagai mahasiswa kita ga punya ruang buat mengkritisi atau mengenal lebih visi misi dari kandidat rektor secara langsung,” tegasnya (4/5/2026) 


Presiden BEM Unsoed 2025/2026, Azza Febra Pramudika, mengatakan tidak ada pemberitahuan jelas dari pihak kampus terkait pelaksanaan sidang senat. Ia mengetahui bahwa pemilihan rektor akan dilaksanakan pada bulan Mei. Namun, BEM Unsoed justru mendapatkan informasi bahwa rektor telah terpilih pada Rabu (1/4/2026).


“Jadi justru ketika sidang senat dilakukan bulan ini sama sekali tidak ada pemberitahuan Unsoed ya. Bahkan kita melihat itu di berita Banyumas apa ya itu malam sebelum pelantikan di pagi hari. Ini jadi suatu hal yang cukup mengagetkan” jelasnya (21/4/2026).


Azza menegaskan bahwa tanggal pemilihan rektor tidak sesuai dengan apa yang tertulis di poster informasi. 


“Ada banner-banner yang warna biru itu kan kebetulan untuk penetapan di bulan Mei, cuman ketika dimajukan di bulan kemarin itu jadi cukup mengagetkan dan cukup cepat,” tegasnya (21/4/2026).


Di samping itu, menurut Dekan FISIP Unsoed, Slamet Riyadi, keterlibatan mahasiswa hanya pada tahapan penyampaian visi dan misi calon karena Unsoed masih tergolong PTN-BLU. 


“Mahasiswa hanya dilibatkan pada saat calon-calon rektor itu menyampaikan visi misi, karena mahasiswa belum punya suara kan, kecuali nanti di PTN-BH. Di PTN-BH tuh ada suara dari mahasiswa tapi ikut menentukan, punya hak suara itu” katanya (12/5/2026). 


Panitia dan Senat Mengatakan Semuanya Sesuai Jadwal 

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Dwi Nugroho, menolak seluruh asumsi bahwa proses berlangsung mendadak. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian proses pemilihan rektor mengikuti Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 28 Tahun 2017 dan No. 21 Tahun 2018, serta tanggal pemilihan rektor ditentukan oleh ketersediaan Kementerian. 


“Jadi ini tidak seperti ujug-ujug gak, prosesnya panjang banget, kemudian kami panitia setelah mendapat mandat dari senat universitas kami bekerja,” ujarnya (11/5/2026).


Ia juga menambahkan bahwa tidak ada kepastian tanggal pemilihan dikarenakan bergantung kepada kementerian yang terlibat.


“Pemilihan rektor gak ada tanggalnya karena ini tergantung dari menteri, menteri terlibat itu dari kementerian,” tambahnya (11/5/2026).


Lebih lanjut, Mas Yedi Sumaryadi selaku Senat Unsoed juga mengatakan bahwa proses pemilihan rektor tidak tergesa-gesa. Menurutnya, rangkaian proses telah melalui persiapan yang matang dan sesuai dengan aturan main. 


“Enggak, sebenarnya enggak tergesa-gesa ini. Kita mulai dari Oktober 2025, ada persiapan, ada aturan mainnya.” tuturnya (18/5/2026).


Kolom Komentar Instagram Official Unsoed Ditutup 

Komentar dalam postingan ucapan selamat atas terpilihnya rektor baru, yang diunggah oleh akun Unsoed ditutup. Salah satu mahasiswa Unsoed merasa janggal akan keadaan tersebut. 


“Itu ya ga mungkin dong kalau misalnya kita sebagai mahasiswa nggak ngeliat ada suatu kejanggalan kalau misalnya tiba-tiba kolom komentar tersebut ditutup.” tuturnya (15/4/2026). 


Sedangkan menurut Presiden BEM Unsoed, penutupan kolom komentar memungkinkan adanya kontrol narasi dan menghindari kritik terbuka. 


“Dan ketika komentar ditutup itu artinya kampus hanya menyampaikan, bukan untuk didialogkan. Nah yang kedua pastinya menghindari eskalasi kritik terbuka, karena dalam banyak kasus memang kolom komentar sering menjadi ruang akumulasi keresahan.” ujarnya (21/4/2026) 


BEM Unsoed berharap rektorat membuka ruang publik untuk mengkritisi visi dan misi yang dibawakan Akhmad Sodiq. Ruang publik nantinya akan diikuti oleh mahasiswa, sebagai pengkritik dan rektorat. Melalui ruang publik yang tidak melibatkan pihak lain, rektorat tidak memiliki alasan lagi untuk tidak membuka ruang publik. 




Reporter: Salsa, Rakha, Aika, Sofi, Naswa, Corrin, Kesya, Elsa

Penulis: Dwi Kartika Rahmawati 

Editor: Salwa Nurlatifah


Posting Komentar untuk "Pemilihan Rektor Dinilai Tiba-tiba hingga Komentar Instagram Ditutup, Mahasiswa Soroti Transparansi "