Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerja Sama Unsoed X Polda Picu Audiensi Tertutup, Birokrat Lempar Jawaban sampai Warek 4 Mengaduh


Cahunsoedcom/Nurfadila Alya

Purwokerto, Cahunsoedcom – Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar audiensi tertutup dengan pihak kampus yang dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 3, Wakil Rektor 4, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), di Gedung Rektorat Jumat (24/04/2026). Audiensi ini membahas mengenai kerja sama antara pihak Unsoed dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng). Mahasiswa Unsoed merasa bahwa pasal-pasal yang ada di dalam perjanjian kerja sama masih multitafsir dan menimbulkan perdebatan. 

Azza, selaku Presiden BEM Unsoed menuturkan bahwa seharusnya para mahasiswa terlibat langsung dalam perumusan pasal-pasal dalam kerjasama antara pihak kampus dengan Polda Jateng.


“Pasal-pasal yang kita lihat masih cukup multitafsir. Maka dari itu kita mengajukan untuk adanya pertemuan kembali. Jadi mahasiswa dilibatkan dalam menyesuaikan pasal-pasal supaya ya kita menghindarkan adanya tragedi-tragedi yang kemudian terjadi karena kita lihat pasalnya masih cukup multitafsir,” ujarnya (24/04/2026).


Selanjutnya, ia juga mengajak para mahasiswa untuk ikut serta dalam perumusan pasal-pasal terkait adanya kerjasama antar pihak kampus dan Polda Jateng. 


“Kamis kita mengadakan pertemuan kembali dengan pihak rektorat ya, barangkali mereka bisa mengundang unsur-unsur yang mungkin lebih punya kapasitas dalam mengusung undang-undang, kemudian kita akan memaksimalkan untuk tiap-tiap fakultas mempunyai representasi,” katanya (24/04/2026). 


Pasang Badan Pihak FISIP

Satu bulan sebelumnya, Awak Solidaritas sempat meminta keterangan mengenai transparansi isi kerja sama ini kepada Dekan FISIP, koordinator, dan Wakil Rektor 4 selaku penandatangan isi kerja sama. Namun, yang menerima untuk dimintai jawaban hanya Wakil Rektor 4. Sementara, Dekan FISIP dan koordinator mengalihkan jawabannya kepada Rektorat. 


Saat dimintai keterangan pada hari ini perihal aksi lempar jawaban yang dilakukan sebelumnya, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, S.Sos., M.Si., selaku Dekan FISIP menuturkan bahwa ia belum mengetahui isi dokumen kerja sama tersebut.


“Kami memang tidak mengetahui detail bagaimana dokumen PKS itu, versi terakhir lah ya. Sehingga daripada kami misalkan memberikan informasi yang beberapa kali tidak akurat, makanya kemudian kami alihkan saja kepada Wakil Rektor 4,” tuturnya (24/04/2026).


Warek Mengaduh Dikelabui Sejawatnya

Penjelasan kontras datang dari Wakil Rektor 4, Prof. Dr. Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc., saat dimintai keterangan pada Rabu (11/03/2026) mengenai hengkangnya birokrat FISIP atas perdebatan yang sedang panas saat itu. 


“Jadi yang leadershipnya FISIP, berarti secara kelembagaan adalah FISIP, akan tetapi PIC tetap Prof. Israwan,” katanya (11/03/2026).


Ia juga mengeluhkan bahwa seharusnya baik Dekan FISIP maupun koordinator kerja sama bisa dimintai keterangan lebih lanjut.


“Berarti lebih bisa wawancara lebih dalam saja ke Prof, apa sudah?” tanyanya (11/03/2026).


Waluyo mengeluhkan dirinya dibohongi ketika sudah mendengar aduan dari Awak Solidaritas.


“Oh, berarti aku dibohongi mereka, tuh. Padahal Pa Israwan bilang sudah, sudah tak jelasin katanya,” sambungnya (11/03/2026).


Pernyataan yang tak selaras diungkapkan oleh Israwan tentang ketidaktahuan isi kerja sama tersebut. Ia menyebutkan posisinya hanya menemani jajaran Mabes Polri.


“Sungguh, saya bukan kepala pusat apapun, saya hanya dosen biasa tidak tahu apapun tentang peresmian pusat studi kepolisian,” pungkasnya (10/03/2026). 




Reporter: Hendro Bayu, Safira Azzahra, Khansa Ainiya

Penulis: Safira Azzahra

Editor: Salwa Nurlatifah






Posting Komentar untuk "Kerja Sama Unsoed X Polda Picu Audiensi Tertutup, Birokrat Lempar Jawaban sampai Warek 4 Mengaduh"