Serangan Terhadap UKI FISIP: Rangkaian Pesanan Fiktif hingga Teror Whatsapp Sejak 2024
| Cahunsoedcom/Khansa Trianola |
Purwokerto, cahunsoedcom - Kasus pencemaran nama baik telah menimpa UKI (Unit Kerohanian Islam) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang keagamaan yang berada di tingkat fakultas. Dugaan pencemaran ini mencuat setelah adanya serangkai teror berulang yang dialami beberapa pengurus UKI FISIP. Rangkaian aksi teror berawal dari pesan chat, hingga pengiriman barang dan pesanan makanan atas nama korban, semakin memperkuat indikasi adanya upaya untuk mencemarkan nama baik organisasi tersebut.
Awal Mula Terjadi Teror
Naufal, Ketua Umum UKI FISIP periode tahun 2026, mengungkapkan bahwa teror dan pencemaran nama baik berlangsung sejak tahun 2024 hingga sekarang.
"Jadi teror ini terjadi sejak tahun 2024, bahkan teror yang terbaru pun terjadi dan menimpa pengurus di bulan lalu” ujar Naufal, Kamis (12/03).
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Shahla, salah satu korban teror sekaligus pengurus UKI FISIP periode tahun 2026 yang berhasil dihubungi Awak Solidaritas.
“Sebenarnya teror ini kan udah dari tahun 2024 ya, kebetulan saat itu aku tidak dapat teror dan tahun ini aku dapat teror pertama kali di bulan Januari” ujar Shahla, Kamis (12/03).
Rangkaian Teror yang Dialami Korban
Serangkaian teror yang dialami oleh para korban mulai dari chat yang berisi pesan pornografi, teror pengiriman paket misterius, hingga pesanan makanan yang tidak pernah dilakukan oleh korban. Hal ini dipertegas oleh pernyataan Shahla, Ia mengungkapkan bahwa nomor WhatsApp miliknya kerap kali disalahgunakan.
“Kalo aku dapat teror di media, mulai dari dikirim pesan yang tidak senonoh sama orang, terus juga nomor WhatsApp aku sering dipakai buat pesen barang dan makan di Gofood, Gojek, dan Shopee bahkan pernah sampai ada pesanan atas nama aku yang nominalnya Rp200.000. Kalau diitung-itung kurang lebih ada 9 atau 10 teror sejauh ini.” ujar Shahla, Kamis (12/03).
Shahla juga mengungkapkan bahwa pelaku kerap menggunakan nomor telepon yang berbeda untuk melakukan aksi terornya. Ia menjelaskan, nomor tersebut pertama kali digunakan pada awal Januari, lalu kembali menghubunginya pada awal Februari. Namun, di antara rentang waktu tersebut, teror tetap berlangsung melalui nomor-nomor lain yang berbeda.
“Ya nomornya selalu ganti-ganti, pelaku gunakan nomor itu lagi tapi di jangka waktu yang lama, misal awal chat Januari ternyata Februari juga chat lagi. Selang dari Januari ke Februari pelaku ini neror lagi pake nomor lain.” ujarnya, Kamis (12/03).
Dugaan Pelaku dan Motif
Di balik rangkaian teror yang terjadi, muncul dugaan adanya motif personal yang melatarbelakangi adanya kasus pencemaran dan teror tersebut. Naufal mengungkapkan bahwa pelaku diduga memiliki hubungan dengan salah satu anggota UKI di periode sebelumnya.
“Iya, pelaku punya hubungan, tapi entah hubungan kaya apa, diputusin atau gimana dan pelaku tau kalau dia anggota UKI akhirnya yaudah tak serang ajalah temen-temennya.” ujarnya, Kamis (12/03).
Naufal menambahkan bahwa teror yang terjadi membuat pengurus UKI lainnya merasa takut, ia menyebut pengurus yang saat ini takut untuk membagikan nomor telepon karena khawatir akan menjadi sasaran teror serupa.
Upaya Penanganan
Pihak UKI telah berupaya melakukan penanganan dan sudah melaporkan kasus ini kepada Kepolisian dari kepengurusan periode sebelumnya, namun masih terkendala bukti yang masih minim dan belum ditindaklanjuti. Shahla menjelaskan bahwa terdapat ketentuan jumlah minimal bukti agar ditindak lanjutkan, yakni 50 bukti berupa tangkapan layar.
“Iya, ada syaratnya harus mengumpulkan 50 bukti, makanya dari itu kalo ada teror aku screenshot karena tahun lalu sudah lapor tapi masih kurang di bukti,” ujar Shahla, Kamis (12/03).
Harapan ke Depan
Ketua Umum UKI FISIP, Naufal berharap agar kasus pencemaran dan teror yang terjadi dapat segera berakhir dan tidak terulang kembali di kemudian hari. Ia juga berharap lingkungan kampus FISIP dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa dalam menjalankan aktivitas.
“Ya mungkin, semoga semua hal kayak gini bisa cepat berlalu gitu ya. Semoga juga kampus FISIP ini menjadi kampus yang aman, nyaman untuk mahasiswanya. Untuk arah gerak gitu, fakultas yang lebih baik lagi kedepannya.” Kamis (12/03).
Reporter: Corrin, Caca, Rakha, Keysa
Penulis: Dinda Pita Palupi
Editor: Salwa Nurlatifah
Posting Komentar untuk "Serangan Terhadap UKI FISIP: Rangkaian Pesanan Fiktif hingga Teror Whatsapp Sejak 2024"