Gelar Sambang, LPM Obsesi dan LPM Solidaritas Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Organisasi
![]() |
| Cahunsoedcom/Hasna Aurum |
Baturraden, Cahunsoed.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Obsesi UIN Saizu menggelar pertemuan dengan dengan LPM Solidaritas Fisip Unsoed yang dinamakan “Sambang”. Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Botani Baturaden pada 7 Juni 2026 ini diinisiasi untuk memecah kebuntuan komunikasi antar pers mahasiswa di Purwokerto yang selama ini dinilai cenderung berjalan sendiri-sendiri.
Pimpinan umum LPM Obsesi Aldi menjelaskan bahwa agenda ini merupakan inovasi dari masing-masing LPM yang berbeda cara menulis, cara ngebranding LPM nya masing-masing. Seperti misal dari segi keredaksiannya itu punya karakteristik yang berbeda, kemudian dari situ mereka dapat mengambil inovasi untuk diterapkan dikedua belah pihak.
“Terus juga yang terakhir, biar dari anggota kita masing-masing bisa kenal satu sama lain. Oh ternyata ada LPM di Purwokerto yaa, cara mereka menulis tuh sama kaya kita loh, sama-sama organisasi yang bergerak dalam bidang yang sama,” sambung Aldi.
Khansa, salah satu anggota divisi anggota redaksi LPM Solidaritas merasakan dengan adanya sambang ini memberi wawasan baru mengenai proses penulisan, gaya penulisan, serta struktur penulisan yang cenderung lebih berani dan blak-blakan. Hal ini menjadi pembanding yang menarik karena penulisan di LPM Solidaritas cenderung lebih struktural dan aman.
“Ternyata seru banget pas tahu kalau gaya tulisan mereka tuh cenderung lebih berani dan blak-blakan kalau ngebahas isu internal kampus. Sementara kita di Solidaritas kan biasanya lebih main aman atau struktural gitu ya rapi formatnya. Jadi tadi tuh dapet insight baru tentang gimana cara mereka nyari sudut pandang berita yang tajam tapi tetep dapet datanya,” sebutnya.
Di akhir wawancara, Ais selaku panitia Sambang berharap pertemuan ini tidak berhenti di sini saja sebagai penggugur pelaksanaan program kerja. Namun, akan memberi keberlanjutan kerja sama melalui komunikasi forum lebih intim mengenai teknis kolaborasi yang efektif.
“Tapi ke depan, kalau misalnya ada isu-isu lokal di Purwokerto atau isu nasional yang perlu kita kawal bareng-bareng, kita bisa bikin liputan kolaborasi atau aksi bersama. Selain itu, kalau ada Persma yang kena represif atau masalah birokrasi kampus, kita bisa saling back-up,” ucap Ais.
Khansa juga berharap hubungan LPM Obsesi dengan LPM Solidaritas tidak putus setelah kegiatan Sambang berakhir. Menurutnya Masing-masing dapat saling bertukar informasi, hingga melaksanakan projek bersama.
“Yang kita harapkan itu mereka jadi sadar bahwasanya forum ini loh, forum ini yang kita gunakan buat kayak menyuarakan-menyuarakan kebenaran. Jangan digunakan hanya sekedar formalitas hanya untuk mengkoordinasi dan menggugurkan proker, apalagi yang ada di kepengurusan PPMI sendiri, seperti itu.” pungkas Aldi.
Penulis: Ahmad Zubair
Reporter: Alwa Shofwah

Posting Komentar untuk "Gelar Sambang, LPM Obsesi dan LPM Solidaritas Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Organisasi"