Kehadiran Simbolik Fasilitas Disabilitas FISIP
![]() |
| Cahunsoedcom/Nurfadila Alya |
Purwokerto, Cahunsoedcom - Kehadiran berbagai fasilitas disabilitas di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed menjadi bagian dari upaya dalam mewujudkan kampus yang inklusif. Namun, di balik bertambahnya fasilitas tersebut, masih muncul pertanyaan mengenai sejauh mana sarana yang tersedia sudah benar-benar berfungsi sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.
Dampak dari fasilitas yang belum optimal itu dirasakan langsung oleh mahasiswa pengguna kruk. Chynta, mahasiswa Sosiologi angkatan 2023, mengaku kesulitan saat harus berpindah antar gedung.
“Selama menggunakan kruk lumayan susah. Belum ada yang memadai. Tangga-tangga di depan HI belum ada jalan yang turun. Kalau buat aku sih lebih bergantung sama orang,” ujarnya (14/6/2026).
Fasilitas yang Tersedia
Berdasarkan informasi dari Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FISIP Unsoed, Mite Setiansah bahwasanya FISIP Unsoed saat ini telah menyediakan sejumlah fasilitas penunjang disabilitas, mulai dari lift, jalur landai (ramp), handrail, kursi roda, guiding block, toilet difabel, hingga adanya kursi khusus bagi mahasiswa kidal dan obesitas. Penyediaan fasilitas ini dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas bagi seluruh sivitas akademika yang membutuhkan sarana prasarana tersebut.
“Yang pertama adalah adanya lift. Kemudian kita juga membuat jalur-jalur landai, handrail, parkir khusus difabel, kursi roda, dan terus bertambah setiap tahun sesuai kebutuhan,” tuturnya (12/6/2026).
Efektivitas yang Dipertanyakan
Meski sejumlah fasilitas telah tersedia, efektivitasnya masih menjadi perhatian. Mite Setiansah menilai fungsi fasilitas belum sepenuhnya dapat diukur karena jumlah mahasiswa difabel di FISIP masih terbatas.
“Untuk memastikan itu fungsional, harus dilihat dari sisi penggunanya. Sementara jumlah mahasiswa difabel di FISIP sendiri memang belum banyak. Ya pasti asumsinya atau orientasinya pada pemenuhan administratif,” katanya (12/6/2026).
Namun menurutnya terkait pemasangan guiding block di lobi FISIP diketahui masih terdapat kesalahan. Motif yang terpasang merupakan penanda belok, bukan penanda jalan lurus sebagaimana mestinya bagi penyandang tunanetra.
“Motif guiding blocknya keliru, Kalau bulat itu artinya berhenti. Kita memasang guiding block itu harusnya kalau mulai jalan, dia lurus,” jelas Mite (12/6/2026).
Ke depan, FISIP berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap. Wakil Dekan Mite Setiansah menyebutkan bahwa evaluasi rutin dilakukan melalui survei dan masukan dari sivita akademika.
“Kita berusaha untuk terus memperbaiki secara bertahap, menambah jumlahnya sesuai dengan yang dibutuhkan,” ucapnya (12/6/2026).
Catatan terhadap Fasilitas Disabilitas
Prima, dosen mata kuliah Eksklusi dan Inklusi dalam pendidikan menambahkan bahwa hal serupa juga ditemukan pada toilet difabel yang dinilai tidak menyediakan ruang manuver yang cukup bagi pengguna kursi roda. Temuan ini juga muncul dalam mini riset mahasiswanya.
“Toilet disabilitas yang baik adalah di mana ada ruang untuk manuver kursi roda. Yang ada sekarang tidak sesuai standar,” ujarnya (12/6/2026).
Sementara itu, Satpam FISIP, Sudar, mengakui tidak ada prosedur khusus atau pelatihan penanganan darurat bagi mahasiswa disabilitas
“Itu nggak ada mas. Paling kita sebatas ini aja, misalkan kita ikut membantu anaknya ke kursi roda atau kita arahkan orang tua itu ke ruangan yang dituju,” ujar Sudar (15/6/2026).
Di sisi lain, dari sudut pandang mahasiswa umum, Akmal justru menilai fasilitas yang ada sudah terbilang cukup.
“Saya rasa fasilitasnya sudah cukup baik, karena kita bisa melihat bersama sekitaran FISIP sudah tersedia jalur ramp, toilet disabilitas dan lift,” ujar Akmal, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2024 pungkasnya (12/6/2026).
Reporter: Tata, Caca, Agil, Naswa, Corrin
Penulis: Mahardika Aurora
Editor: Salwa Nurlatifah

Posting Komentar untuk "Kehadiran Simbolik Fasilitas Disabilitas FISIP"