Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keterbatasan Dana, Porsoed 2026 Pangkas Empat Cabang Olahraga


Cahunsoedcom/Hasna Aurum Mutia



Purwokerto, Cahunsoedcom – Pekan Olahraga Unsoed (Porsoed) 2026 resmi dibuka pada 30 September 2026. Ajang olahraga yang digelar setiap dua tahun tersebut pada tahun ini mempertandingkan 12 cabang olahraga (cabor), berkurang dari yang sebelumnya 16 cabor pada Porsoed 2024. Pengurangan tersebut dilakukan karena keterbatasan pendanaan dalam penyelenggaraan Porsoed 2026.

Keterbatasan pendanaan turut menjadi perhatian panitia dalam mempersiapkan Porsoed 2026. Febian selaku Steering Committee (SC) mengatakan, kondisi tersebut salah satunya terlihat dari belum tercapainya target pensponsoran Porsoed 2026.

“Dari beberapa sponsor memang kita sudah kejar dari jauh-jauh hari. Dari bulan Juni kita sudah masuk proposal dan memang sampai di bulan Agustus menyatakan tidak bersedia di Porsoed 2026,” ujarnya, (14/09/2026).

Febian juga mengatakan, sponsor yang biasanya memberikan dukungan dalam jumlah besar belum bersedia mendukung Porsoed 2026, sementara panitia belum mengetahui penyebabnya karena tidak mendapat konfirmasi dari pihak sponsor. 


“Gak tahu gara-gara ada kasus seperti ini atau memang dari jajaran PT tersebut yang berganti atau seperti apa tidak dikonfirmasi. Dua pihak yang memang belum bersedia untuk masuk ke Porsoed, yang memang itu cukup dibilang sponsor-sponsor utama kita,” ujarnya, (14/09/2026).

Kondisi tersebut berdampak pada penghapusan empat cabor, yaitu silat, karate, tenis lapangan, dan tenis meja. Farhan Salman selaku Project Officer (PO) mengatakan, cabor tersebut membutuhkan biaya penyelenggaraan yang cukup besar, terutama untuk perwasitan, penyewaan tempat, serta penyediaan sarana dan prasarana.

“Karena cabang-cabang olahraga terkait itu memiliki biaya yang besar ya penyelenggaraannya seperti untuk wasit, untuk penyewaan tempat, untuk penyediaan sarana-prasarananya,” ujar Farhan, (22/09/2026).

Geges, sebagai Koordinator Acara menyampaikan bahwa sejak Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rektor Unsoed, pendanaan Porsoed dibekukan sehingga panitia masih mengalami kendala dalam memperoleh dana melalui pensponsoran dan usaha dana. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pendanaan belum sepenuhnya terpenuhi. 

“Iya, jadi sejak OTT saat itu, kita dananya jadi dibekukan, dan kita benar-benar sampai yang dimana kita masih struggle dari pendanaan pensponsoran, masih struggle dalam usaha dana,” ujarnya, (23/09/2026).


Sementara itu, cabor voli dan bulu tangkis tetap dipertandingkan setelah panitia mempertimbangkan tingginya minat mahasiswa terhadap kedua cabor tersebut.


“Kita memutuskan untuk menghapus beberapa cabor, termasuk yang sebelumnya dihapus itu ada voli dan bulu tangkis juga. Namun karena banyak yang bersuara, kita kembali mengadakan lagi bulu tangkis dan voli tanpa mengambil yang lain juga. Maksudnya setidaknya kita mempertahankan cabor yang peminatnya banyak,” ujarnya, (23/09/2026).


Geges mengatakan bahwa panitia akan memaksimalkan penyelenggaraan Porsoed sesuai dengan kemampuan yang ada dan terus berupaya memenuhi ekspektasi Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU) terhadap cabor yang tetap diselenggarakan. Ia juga meminta maaf apabila pelaksanaan Porsoed 2026 belum sesuai dengan ekspektasi KBMU.


“Dari aku sendiri mewakili panitia Porsoed meminta maaf. Kita akan memaksimalkan apa yang kita bisa, karena dengan keterbatasan dana tadi pun kita masih berusaha untuk mengadakan voli dan juga bulutangkis yang peminatnya banyak sekali,” ujar Geges, (23/09/2026).



Reporter: Kheisya, Faisa, Aida, Annisatul
Penulis: Aisyah Khansa Pradipta

Editor: Salwa Nurlatifah


Posting Komentar untuk "Keterbatasan Dana, Porsoed 2026 Pangkas Empat Cabang Olahraga"