Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aktivitas Perdagangan Tetap Berjalan, Relokasi Pasar Wage Berlangsung Kondusif di Tengah Isu Penolakan

 

Cahunsoedcom/Kayla Syafira


Purwokerto, Cahunsoedcom – Pada 22 Maret 2026, sejumlah pedagang di ruas Jalan Vihara, Purwokerto Wetan dipindahkan ke area Pasar Wage. Relokasi ini dilakukan karena adanya beberapa laporan dari masyarakat terkait kemacetan yang terjadi akibat adanya aktivitas perdagangan di badan jalan.


Fakta Lapangan Terkait Isu Penolakan

Di tengah isu penolakan, ternyata relokasi ini justru berjalan dengan kondusif. Salah satu pedagang yang terdampak adanya relokasi menyebutkan bahwa kebijakan tersebut justru memberikan keuntungan. Aktivitas perdagangan lebih nyaman karena para pedagang tidak lagi harus terkena panas dan hujan, seperti pada saat los dagangan mereka masih di area luar Pasar Wage. 


“Masalah ini ya, bersyukur sih ya dari luar, tadinya panas, kadang hujan-hujanan, sekarang ya udah nyaman lah,” ujar salah satu pedagang yang dipindah (14/04/2026).


Menurutnya, jika relokasi ini memicu penolakan atau protes dari pedagang, hal itu disebabkan oleh potensi penurunan pendapatan akibat pemindahan los ke area dalam pasar. 


“Tadinya kan di depan penghasilan kan lebih banyak lah tentunya. Kalau masuk ke dalam kan ya berkurang. Jadinya kan pengennya pada enaknya di luar. Soalnya kan banyak kendaraan mondar-mandir pada lewat beli gitu. Kalau di dalam kan beda lah. Harus Parkir,” ucapnya (14/04/2026). 


Pernyataan ini sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Pada awalnya, penurunan pendapatan sempat terjadi karena pedagang yang dipindahkan kehilangan beberapa pelanggan. Namun, tidak membutuhkan waktu lama sampai pendapatan mereka menjadi normal kembali. 


“Alhamdulillah sudah, Mbak, yang mungkin tadinya pendapatan 200, sekarang udah mulai bertambah,” imbuhnya (14/04/2026).


Hal serupa juga disebutkan oleh pedagang pasar dalam, Karsi. Kegiatan relokasi Pasar Wage ini berjalan dengan kondusif. Pedagang pasar yang terdampak relokasi patuh terhadap kebijakan yang diberlakukan.


“Baik sampai sekarang ini ya pada nurut, baik aman ajalah, aman aja pada nurut,” ujarnya (16/04/2026).


Strategi PEMDA untuk Mengatasi Kemungkinan Penolakan

Relokasi pasar yang berjalan kondusif ini menggunakan strategi pendekatan humanis yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (PEMDA). Salah satu kepala bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gesang, menyebutkan bahwa strategi tersebut dilakukan dengan melibatkan paguyuban pedagang di Jalan Vihara. Diskusi dilakukan secara dua arah agar pedagang merasa dilibatkan sekaligus mengantisipasi kegagalan relokasi yang sudah terjadi sebelumnya. Pedagang diberikan penjelasan mengenai tujuan adanya relokasi disertai dengan solusi akan kebutuhan tempat baru yang akan digunakan pedagang pasar luar. 


“Kurun waktu 25 tahun itu pernah dilakukan penataan, namun tidak pernah berhasil, dan kemarin tanggal 22 maret Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Banyumas dibantu oleh paguyuban pedagang di Jalan Vihara,” katanya (21/04/2026).


Pihak Pemda juga sempat memberikan pemahaman terkait penyediaan tempat baru dalam relokasi ini kepada para pedagang.


“Pedagang yang di pinggir jalan dipindahkan karena jalan untuk mobilisasi lalu lintas kendaraan dan kita memberikan pemahaman kepada para pedagang. Pada saat kita memberikan pemahaman kita sampaikan, opsi untuk dipindahkan dan disiapkan tempat oleh kami karena para pedagang ini berdagang sebagai mata pencaharian mereka,” imbuhnya (21/04/2026). 


Mekanisme Penempatan Pedagang Pasar Luar ke bagian Pasar Dalam

Proses penempatan pedagang pasar luar ke pasar dalam dilakukan dengan undian. Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Pasar Purwokerto I, bahwa undian dilakukan dengan tujuan agar tidak terjadi perselisihan antar-pedagang. 


“Penempatannya pun melewati undi, biar tidak terjadi perselisihan antar-pedagang. Karena kalau milih sendiri nanti kebanyakan rebutan. Tapi makanya kemarin diadakan dengan sistem undi. Nomor sekian, atas nama ini, klik nomor kiosnya berapa, kaya gitu,” tuturnya (22/04/2026).


Di akhir, salah satu pedagang yang terdampak relokasi berharap bahwa kebijakan ini dapat sejalan dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Lapak pedagang yang masih berantakan dapat dirapikan agar dagangan tidak tercecer di jalan.


“Ya sarannya sih ini ditata rapi-rapi, enggak amburadul gitu. Misalnya sayuran-sayuran gitu. Terus kan masih banyak yang belum ada tempatnya. Kalau pagi itu pada tercecer di jalan, belum rapi, ya pengennya yang udah pada tertata lah. Kayak situ blok B contohnya sebelah-sebelah kan udah rapi. Ini kan masih amburadul. Karena mungkin kan baru pembongkaran sih. Kita juga masih enggak apa-apa lah memaklumi karena bertahap mungkin,” harapnya (14/04/2026). 



Reporter: Dinda, Alya, Ayun, Tasya

Penulis: Annisatul Fadhila

Editor: Salwa Nurlatifah


Posting Komentar untuk "Aktivitas Perdagangan Tetap Berjalan, Relokasi Pasar Wage Berlangsung Kondusif di Tengah Isu Penolakan"