PGOT Masih Banyak Ditemukan, Program Rumah Singgah Pemda Dinilai Belum Efektif
![]() |
| Cahunsoedcom/Keysa Jihan |
Purwokerto, Cahunsoedcom – Keberadaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) masih banyak ditemukan pada sejumlah titik di Purwokerto, seperti di sekitar UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan kawasan Menara Pandang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas program rehabilitasi melalui rumah singgah yang telah dijalankan pemerintah daerah. Fenomena ini turut dirasakan oleh masyarakat dan mahasiswa yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.
Realita PGOT di Sudut Purwokerto
Salah satu mahasiswa, Jia mengungkapkan bahwa merasa miris sering bertemu dengan pengemis dan gelandangan. Menurutnya, keberadaan mereka merupakan bukti masyarakat belum disejahterakan oleh pemerintah.
“Aku jujur lebih merasa miris melihat hal-hal seperti itu. Itu merupakan bukti bahwasannya pemerintah itu belum bisa mewujudkan masyarakat yang sejahtera gitu loh,” ujar Jia (31/3/2026).
Pernyataan lain datang dari Budi, satpam Unsoed yang telah bekerja selama 17 tahun, mengungkapkan bahwa ia sering melihat banyak pengemis yang berkumpul di depan Masjid Nurul Ulum setiap hari jumat untuk menunggu pemberian dari orang-orang.
“Kalau setiap hari jumat itu pagi menjelang sholat jumat itu biasanya sudah banyak banget disana untuk para pengemis itu pada kumpul di sana,” ujarnya (27/3/2026).
Budi juga menjelaskan bahwa keberadaan PGOT di sekitar kampus bisa berdampak ke citra kampus yang kurang bagus.
“Kalau dibiarkan terus-menerus untuk para pengemis itu berkumpul di depan Masjid Nurul Ulum itu dampaknya nanti imbasnya nanti bisa juga ke Unsoed mas, jadi kan itu kan dekat banget dengan kampus kita kampus Unsoed nanti dibiarkan pada kumpul disana terus nanti imbasnya ke Unsoed jadi namanya bisa, wah kok dekat Unsoed kok ada pengemis begitu kan jadi namanya kurang bagus lah,” lanjut Budi (27/3/2026).
Sementara itu, area Menara Pandang juga masih terdapat banyak PGOT yang berkeliaran. Menurut Abelia, salah satu warga sekitar mengungkapkan bahwa keberadaan rumah singgah masih kurang efektif karena masih ditemukan PGOT khususnya di sekitar parkiran dan pedagang kaki lima.
“Sebenarnya ga terlalu mengganggu asal mereka ga maksa aja.” ungkap Abelia. Meskipun demikian, masih ada beberapa PGOT yang melakukan pemaksaan saat mengemis. “Pernah si, sampe ada yg maksa-maksa minta,” lanjut Abelia (15/4/2026).
Program Rumah Singgah Sebagai Upaya Rehabilitasi
Dalam upaya menjalankan rehabilitas bagi PGOT, pemerintah setempat mengadakan program Rumah Singgah Banyumas, yaitu tempat perlindungan yang disediakan untuk PGOT supaya mendapatkan kebutuhan dasar, pendampingan psikososial, dan bimbingan keagamaan.
Penata Layanan Operasional Dinas Sosial (Dinsos) Banyumas, Anistya menjelaskan bahwa Dinsos hanya memiliki kewenangan dalam proses rehabilitasi, sementara yang mengusulkan dan melakukan penanganan Peraturan Daerah (Perda) adalah Satpol PP.
“Kalau kita kan fungsinya hanya merehabilitasi ya berarti kita penanganan ada di rumah singgah. Kalau ini kita programnya ada pembimbingan fisik, itu senam fisik, kemudian pembimbingan mental itu kita bekerjasama dengan biro psikologi, kemudian ada pembimbingan agama itu kita bekerjasama dengan kemenag,” jelasnya (13/4/2026).
Namun, jangka waktu pembinaan di rumah singgah tergolong terbatas. Berdasarkan ketentuan Kementerian Sosial, PGOT umumnya menjalani pembinaan selama 7 hingga 14 hari sebelum dikembalikan kepada keluarga.
Menanggapi terkait indikator keberhasilan penanganan PGOT, Anistya mengungkapkan bahwa cara mengukur indikator keberhasilan ini cukup membingungkan.
“Susah ya indikatornya itu karena indikator sosial itu kan lebih kompleks. Kalau ini misalnya dia sudah dapat kerja nah itu mending cuma kan jarang, jarang ada pengemis dan gelandangan yang sengaja mencari kerja itu jarang. Apalagi dengan apa ya, sekarang kan juga cari kerja kan susah,” jelasnya (13/4/2026).
Hingga saat ini, keberadaan PGOT di sejumlah titik di Purwokerto masih menjadi perhatian masyarakat, meskipun program rehabilitasi melalui rumah singgah telah dijalankan.
Reporter: Nabila, Agil, Hendro, Ayu, Aida
Penulis: Qurotal A'yun
Editor: Salwa Nurlatifah
.png)
Posting Komentar untuk "PGOT Masih Banyak Ditemukan, Program Rumah Singgah Pemda Dinilai Belum Efektif"