Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Maraknya Penggunaan AI, Batas Etika Akademik di FISIP Unsoed Masih Dipertanyakan

 

Cahunsoedcom/Hasna Aurum

Purwokerto, Cahunsoed.com - Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam ruang akademik bukan hal baru di lingkungan kampus. Berdasarkan survei LPM Solidaritas yang diisi oleh 102 mahasiswa FISIP Unsoed, sebanyak 98% responden mengaku pernah menggunakan AI dalam kegiatan akademik. Mayoritas di antaranya menggunakan AI untuk membantu mengerjakan tugas kuliah. Sementara itu, pihak kampus belum memberikan batasan yang jelas dalam penggunaan AI bagi mahasiswa. 

Adanya Perbedaan Batasan Penggunaan AI antar Dosen 

Belum ada batasan resmi dari pihak kampus menyebabkan masing-masing dosen memiliki peraturan yang berbeda-beda. Perbedaan ini ditemui oleh Akbar, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2024. Ia mengaku bahwa terdapat dosen yang memperbolehkan penggunaan AI dan ada yang menolaknya. 

“Ada satu mata kuliah namanya Teori Hubungan Internasional di mana dosennya pro terhadap penggunaan AI. Bahkan, kita dikasih prompt-nya kemudian juga tools-nya,” ujarnya (28/11/2025). 

Namun, ada pula dosen yang menolak penggunaan AI, bahkan hingga memberikan peringatan kepada mahasiswa. 

“Memang ada beberapa dosen yang menolak cuma mungkin itu dampaknya lebih ke nilainya aja yang dikurangi tapi untuk tugas ditolak atau dikembalikan lagi kepada mahasiswa itu,” tambahnya (28/11/2025).

Perlu atau Tidaknya Batasan Resmi 

Batasan resmi penggunaan AI menuai pro dan kontra dari sisi mahasiswa. Menurut Kemas, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2025 batasan resmi harus dibuat jelas. Batasan ini akan memudahkan mahasiswa agar tidak ada kebingungan karena perbedaan aturan di setiap dosen. 

“Sebaiknya disetarakan dan dibuat jelas. Karena misalkan ada peraturan yang berbeda dari tiap dosen, pastinya akan ada keluhan yang muncul dari mahasiswanya,” ujar Kemas (28/11/2025). 

Namun, mahasiswa lain menilai batasan resmi penggunaan AI tidak diperlukan. Perbedaan bobot tugas dari dosen yang berbeda, sehingga penggunaan AI cukup pada peraturan masing-masing dosen. 

“Menurut aku tidak harus diseragamkan. Karena tipe kerumitan tugas dan mata kuliah yang dosen berikan itu beda-beda. Tergantung dengan tingkat kesulitan tugas dan juga peraturan dari dosen itu sendiri,” tutur Akbar (28/11/2025). 

Sementara itu, dari perspektif dosen Sosiologi, Arizal, menilai bahwa fakultas perlu membuat kebijakan mengenai penggunaan AI. Batasan yang jelas akan memudahkan ia untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi dosen.

“Pihak fakultas perlu mengeluarkan kebijakan yang konkret mengenai penggunaan AI, agar memiliki pedoman yang jelas dan terarah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai dosen,” katanya (1/12/2025). 

Belum Ada Peraturan Khusus

Peraturan khusus mengenai penggunaan AI di ruang akademik hingga kini belum ada. Menurut informasi dari Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unsoed, Tobirin, bahwasanya pedoman resmi hanya didasarkan pada buku panduan Dikti 2024 berkaitan dengan penggunaan AI. 

“Kalau pedoman resmi, itu sudah dikeluarkan oleh buku panduan Dikti 2024 berkaitan dengan penggunaan AI di dalam dunia akademik. Khusus mengatur AI, memang Unsoed belum secara khusus membahas tentang hal itu. Tetapi dari Unsoed ada rambu-rambunya, yaitu 20–30% penggunaan AI,” ujarnya (28/11/2025). 

Rencana Standarisasi Penggunaan AI

FISIP Unsoed sendiri memiliki rencana untuk membuat pedoman resmi penggunaan AI yang nantinya diimplementasikan di tingkat program studi. Pihak yang akan dilibatkan adalah Gugus Penjamin Mutu di tingkat fakultas, Gugus Kendali Mutu di tingkat program studi, serta Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi. 

“Kami pun mencoba untuk men-breakdown pedoman penggunaan AI yang sudah ada di Kemenristek Dikti kemudian kita sesuaikan dengan kondisi yang ada di FISIP agar bisa diaplikasikan. Standar-standar yang disusun tidak lepas dari buku pedoman di Kemenristek Dikti,” ujar Tobirin (28/11/2025). 


Reporter: Safira, Resya, Nasywa, Caca, Corrin, Agil, Tasya, Bila

Penulis: Agil M. & Dwi Kartika 

Editor: Salwa Nurlatifah


Posting Komentar untuk "Maraknya Penggunaan AI, Batas Etika Akademik di FISIP Unsoed Masih Dipertanyakan "