Selamat Datang di Kebun Keserakahan
![]() |
| Cahunsoedcom/Hasna Aurum Mutia |
“Tak semua pemangsa hidup di dalam kandang.”
Mereka menyebutnya angka
lembar-lembar merah berpindah dari meja ke saku celana
sementara satwa belajar mengeja kelaparan
menghitung musim dengan perut yang semakin kering.
Di balik pagar yang mengaku aman
rupanya rusa lupa bahwa rumput bisa lenyap oleh tangan penguasa
burung-burung kehilangan nyanyian
sebab biji-bijian dikalahkan selembar kertas bertanda tangan.
Barangkali gajah masih ingat,
bahwa dahulu hutan tak mengenal proposal
pohon dan sungai memberi hidup tanpa meminta jaminan
sebelum akhirnya, nyawa ditukar dengan angka.
Ah! rupanya korupsi memang lebih buas dari raja hutan
Ia bukan hanya memilih manusia menjadi korban
melainkan makhluk-makhluk yang tak pernah belajar mencuri
terpaksa setiap waktu harus terancam mati.
Penulis: Frenita Lian Sari
Editor: Salwa Nurlatifah

Posting Komentar untuk "Selamat Datang di Kebun Keserakahan"