Mahasiswa Unsoed Gelar Audiensi Terbuka, Tindak Lanjut 8 Tuntutan Transparansi Kampus hingga Evaluasi Birokrasi
![]() |
| Cahunsoedcom/Keysa Jihan Rofi |
Purwokerto, Cahunsoedcom - Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman menggelar audiensi terbuka pada Kamis (27/8/2026) di depan Gedung Rektorat Unsoed. Aksi ini menindaklanjuti 8 tuntutan yang dilayangkan oleh Mahasiswa Unsoed pada Senin lalu terkait transparansi kasus korupsi yang muncul di lingkungan kampus.
Aksi ini dihadiri oleh para mahasiswa beserta Plt. Rektor, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., dan jajarannya dengan agenda membacakan kembali 8 tuntutan mahasiswa yang sudah dikaji oleh Plt. Rektor bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Data, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Isi Tuntutan dan Hasil Pengkajian Plt. Rektor bersama Kemendiktisaintek
Selanjutnya, Ali menyampaikan beberapa poin yang menjadi komitmennya selama menjabat sebagai Plt. rektor, termasuk reformasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di tahun 2027 mendatang.
“Pertama, kami berkomitmen mereformasi seleksi penerimaan mahasiswa baru khususnya jalur mandiri agar lebih transparan. Sebelum SPMB dimulai, dapat dipastikan informasi terkait jalur, mekanisme persyaratan, jumlah komponen, hingga hal-hal pengaduan akan dibuka sebelum SPMB dimulai, jadi tidak ada aturan penting yang dibuat setelah mahasiswa melakukan pembayaran, ” tuturnya Kamis (27/8/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa dalam rangka evaluasi jajaran birokrasi, akan ada penyesuaian
kewenangan dan sistem yang objektif.
“Akan ada tim satgas yang mengevaluasi itu untuk menghasilkan komponen yang jelas. Kalau ada sistem yang bagus apakah perlu dievaluasi dilakukan berbasis bukti dan kedekatan,” ungkapnya (27/8/2026).
Selain mengevaluasi jajaran birokrasi, Ali juga menyepakati keterbukaan informasi anggaran yang disiapkan mulai September mendatang agar sivitas akademika dapat memantau keuangan kampus secara berkala. Menurutnya, transparansi anggaran tidak boleh lagi menjadi ritual tahunan dari sekadar laporan formalitas, melainkan bentuk informasi yang betul-betul bisa dipahami dan diawasi bersama.
Terkait pelaksanaan forum pertanggungjawaban terbuka paling lambat 14 hari pasca-audiensi, Ali menekankan bahwa forum tersebut wajib menjawab sedikitnya lima pertanyaan kunci mengenai hal yang sedang dan sudah terjadi serta linimasa pembenahan kampus. Universitas juga berjanji melaporkan perkembangan perbaikan tiap tiga bulan sekali hingga seluruh pembenahan dinyatakan tuntas.
“Forum pengawasan bersama ini minimal 1 kali setiap semester. Sebaiknya tidak membahas kasus yang sudah terjadi, tetapi mendeteksi masalah sebelum menjadi kasus. Mahasiswa ditempatkan bukan hanya menerima informasi, tetapi bagian ekosistem pengawasan dan perbaikan tata kelola,” tegas Ali (27/8/2026).
Evaluasi Satgas hingga Kerjasama Polda
Memasuki sesi tanya jawab, Menteri Koordinator (Menko) Politik Pergerakan BEM Unsoed, Pamungkas, mempertanyakan komposisi tim satgas agar tetap bersifat independen dan representatif.
Menanggapi hal tersebut, Ali menjamin keterlibatan berbagai elemen kampus.
“Satgas ini multiactor, leadingnya dari kami tapi akan melibatkan sivitas akademika seperti dosen, mahasiswa, tendik, dan eksternalnya alumni. Nanti kita pikirkan orang yang paling tepat yang bisa mewadahi semua,” terang Ali (27/08/2026).
Mahasiswa juga menyoroti Perjanjian Kerja Sama (PKS) Unsoed dengan Polda Jateng yang dikhawatirkan membatasi ruang gerak sivitas akademika. Menanggapi hal tersebut, Ali menegaskan kembali prinsip utama dalam kerja sama tersebut.
“Ada yang dipertahankan, saya sepakat ada mutual benefit, itu memang prinsip kerjasama, kita harus setara ada prinsip resiprokal, itu akan dikaji kembali apakah itu ada kan saya belum baca,” tandas Ali (27/8/2026).
Selanjutnya, isu pelaksanaan wisuda ditanggapi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si.. Farid menyampaikan bahwa wisuda secara resmi dilaksanakan tanggal 8 dan 9 September, dengan pengumuman di awal September, pengambilan undangan pada Jumat dan Senin, serta gladi bersih pada 7 September.
Sesi audiensi juga sempat diwarnai pertanyaan mengenai keberadaan jajaran wakil rektor lain, transparansi pengadaan barang dan jasa terkait kasus korupsi, hingga rusaknya CCTV pada tembok yang dicoret-coret.
Ali menanggapi bahwa pengadaan barang dan jasa sudah menggunakan sistem open bidding yang terbuka untuk diamati publik. Sementara terkait insiden tembok dan CCTV, Ali mengaku tidak mengetahui detailnya karena baru saja menjabat.
Reporter: Nawang, Elsa, Tata, Lechya, Salwa
Penulis: Kheisya Khoirunissa
Editor: Salwa Nurlatifah

Posting Komentar untuk "Mahasiswa Unsoed Gelar Audiensi Terbuka, Tindak Lanjut 8 Tuntutan Transparansi Kampus hingga Evaluasi Birokrasi"