UNSOED Punya Pecatur Handal

UNSOED Punya Pecatur Handal


Fika Ba’diul Afkhari , Mahasiswa Unsoed Fak. Pertanian ‘08 menjadi Juara Catur PONPENAS di Samarinda, juara dalam kategori Catur Cepat dan Catur Klasik. Sekalipun menjadi mahasiswa dengan beban praktikum yang tinggi namun pria asal Cilacap ini tetap fokus mengasah bakatnya.

Bakatnya  yang mendapat  apresiasi dari orang tua saat duduk di SMP, belum juga sepenuhnya mendapat perhatian dari Universitas. Sekalipun minim apresiasi dari Universitas, Fika tetap menaruh harapan besar bagi perkembangan catur di Unsoed. “Sebenarnya banyak pecatur muda yang handal di Unsoed ini” terangnya penuh semangat. (Ryo)
Seriping Singkong Rasa Rujak

Seriping Singkong Rasa Rujak

Juwarto dan istrinya berkreasi diluar kebiasaan, mereka membuat seriping singkong rasa rujak. Bumbu yang diracik sendiri tersebut membuat tidak ada duanya, tidak seperti seriping singkong rasa jagung yang sekarang mulai populer dan bumbunya pun dijual bebas dipasaran.

Sepuluh tahun menekuni produksi berbagai keripik membuat Juwarto dan istrinya sarat pengalaman, sehingga mampu menembus pasar dengan produksi 100kg per-hari. Selain itu, pengalaman tersebut membawa pada sebuah terobosan rasa baru, rasa rujak dengan harga cukup Rp. 3.000/bungkus untuk bisa menikmatinya.

“Se-kecamatan Kejobong, bahkan Purbalingga atau Purwokerto, saya yakin hanya saya yang jual singkong rasa rujak,” ungkap Juwarto yang juga tinggal di desa Kedarpan, Kec. Kejobong, Purbalingga. (hkm)
Mahasiswa Hukum, Sibuk Bikin Kotak ‘Sidang-Sidangan’

Mahasiswa Hukum, Sibuk Bikin Kotak ‘Sidang-Sidangan’

Dipelataran dapan ruang kuliah, terlihat bertumpuk kotak kardus yang sedang dibalut kertas payung. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa (BIKOHUMA) sibuk melakukan pekerjaan balut-membalut tersebut. Kotak-kotak itu akan digunakan sebagai tempat berkas buat advokasi perkara di lomba persidangan yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran (UNPAD) tanggal 23-25 Maret nanti.

“Ya, kita akan mengikuti lomba advokasi perkara di ruang sidang. Peran kita selayaknya pengacara menangani suatu kasus nantinya. Teman-teman hari ini mulai mempersiapkan perlangkapan yang dibutuhkan diperlombaan,” kata Pipin, sekretaris BIKOHUMA dengan kalemnya.

BIKOHUMA ini merupakan bantuan hukum yang dikelola mahasiswa dan dosen yang punya izin pengacara. Tujuannya untuk membantu upaya hukum bagi mereka yang lemah dan tidak mampu untuk membayar pengacara. Oleh karena itu, BIKOHUMA ini mempunyai misi sosial dan bersifat sukarela, alias non komersil. (MG,CHX)
Minim Peminat di SNMPTN, 2011 UNSOED Tetap Buka Jalur Lokal

Minim Peminat di SNMPTN, 2011 UNSOED Tetap Buka Jalur Lokal

Penerimaan mahasiswa baru angkatan 2011 UNSOED tetap membuka jalur lokal. Hanya saja tahun ini jalur lokal dibagi dua jalan, yakni SPMB dan undangan. SPMB (jalur gelombang)  hanya ada satu, sedangkan undangan diatur melalui mekanisme nasional dan lokal. Jalur SPMB yang dikenal ‘lintah darat’ karena mahal ini akan dilaksanakan setelah SNMPTN. Begitupun yang lewat jalur undangan lokal. Masih minimnya peminat SNMPTN yang ke- UNSOED tahun lalu, membuat UNSOED belum berani menerima mahasiswa hanya dari jalur nasional. Kecuali jika sudah seperti Universitas Gadjah Mada ataupun Universitas Indonesia yang telah diujung menara gading.

“Jalur lokal baik tertulis dan undangan diadakan setelah SNMPTN. Hal ini untuk menyiasati agar terjadi kasus double penerimaan, contohnya dulu seringkali ada calon mahasiswa yang diterima dijalur lokal dan juga nasional. Ini kan menghilangkan jatah orang lain. Makanya sekarang hanya ada satu gelombang, yang itu dilakukan setelah SNMPTN. Semata-mata ini untuk menutup total kuota penerimaan mahasiswa UNSOED yang tidak terpenuhi di SNMPTN. Tahu sendirilah UNSOED, jelas beda UNSOED dengan UGM atau UI,” jelas Ari, staff Bapendik Pusat.

Data yang berhasil dihimpun, jalur undangan nasional pendaftaran mulai 2 Februari dan lokal 6 Juni. Selanjutnya untuk SNMPTN tanggal 2 Mei dan SPMB lokal 1 Juli. (MG,CHX)
Fakultas Peternakan, Pengisian KRS S1 Berbeda dengan D3

Fakultas Peternakan, Pengisian KRS S1 Berbeda dengan D3


Fakultas Peternakan, Cahunsoed - Sabtu (24/2). Cukup dengan satu langkah pengisian, mengisi online via SIA lalu kemudian print out KSM (Kartu Studi Mahasiswa) diserahkan kepada bapendik, begitulah mekanisme mudah yang didapat mahasiswa S1 Fakultas Peternakan. Berbeda halnya dengan Mahasiswa D3, Fakultas Peternakan masih meminta pengisian manual lembar kuning merah dan juga pengisian secara online.

“S1 dengan D3 di sini memang beda, kasian yang D3 masih ribet. Udah Online ngapain juga ngisi manual,” terang Angga Pramudya, mahasiswa Fakultas Peternakan angkatan 2010. Ia melihat adanya perbedaan pelayan di kampus, dua kali kerja dan tidak efisisen. Bahkan menurutnya pula, perihal pelayanan ribet juga terjadi di beberapa Fakultas lain.
Jamur, Bisnis Aman

Jamur, Bisnis Aman

Pasar menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk menunjang sebuah perusahaan berjalan. Hal tersebut yang mendorong Anggita Rendanodya mahasiswa Ilmu Komunikasi 2006 untuk menjalankan bisnis jamur. Ia beralasan, “jamur itu banyak di konsumsi oleh masyarakat, bisa sebagai pengganti sayur, pengganti daging bagi yang vegetarian. Jamur juga  menjadi berbagai variasi makanan”.

Karena melihat peluang tersebut ditambah orang tuanya juga memiliki bisnis yang serupa, ia menjadi pengusaha jamur. Ia merelakan samping rumahnya untuk menjadi tempat menanam jamur untuk kemudian ia panen sendiri.

Setelah jamur dipanen, Kisut (panggilan akrab Anggita) tak perlu pusing-pusing memikirkan kemana jamurnya akan dipasarkan karena ada pengepul. “Merekalah yang menampung hasil produksi. Berapapun jumlah yang dipanen tetap mereka terima. Jadi kita ga perlu pusing memikirkan distribusi ke konsumen,” jelasnya sambil memperlihatkan tempat penanaman jamur. (ief, hkm)
Pertaruhan di komplek Asrama Rusunawa

Pertaruhan di komplek Asrama Rusunawa


Mahasiswa angkatan 2008 Fakultas Farmasi Unsoed bernama Attabiq Yusuf melakukan pertaruhan di Asrama Rusunawa (Rumah Susun Mahasiswa). Ia menyewa dua kios untuk membuka Kedai Susu dan Stand Loundry.  Pertaruhannya dianggap cukup berani melihat kondisi konsumen yang terbatas hanya kisaran 250 orang penghuni, yang juga tidak terikat harus membeli segala sesuatu di kios Asrama.

Padahal menurut Vita Sali sebagai Receptionist tetap Rusunawa, ia melihat adanya pasar yang sempit ditempat tersebut, dari 22 kios hanya 9 yang jalan itu pun sepi. “Dua puluh dua kios itu banyak banget, apalagi jumlah penghuni asrama juga semakin berkurang,” terang Vita Sali sembari mengernyitkan dahi menanggapi beberapa mahasiswa yang akan menyewa kios.

Namun keyakinan Attabiq yang juga biasa dipanggil Aby ini kokoh, baginya Asrama tersebut adalah pasar yang menarik, terdapat konsumen dinamis dalam perhitungannya. “Sekalipun Rusunawa hanya berpenghuni 250 orang, tapi mereka perempuan. Disitu ada pacar yang sering berkunjung, teman main dan belajar kelompok juga. Mereka butuh ngemil dan minum enak,” ungkap Abi optimis. (Hkm-Ief)
Mekanisme Simpang Siur, Menteri Keuangan BEM FISIP Pusing

Mekanisme Simpang Siur, Menteri Keuangan BEM FISIP Pusing


Siang itu (22/2), beberapa perwakilan UKM, HMJ dan BEM Fisip Unsoed mengadakan pertemuan untuk membahas perubahan mekanisme keuangan. Mekanisme keuangan yang dimaksud yakni kucuran rupiah untuk UKM dan HMJ yang dikelola Menteri Keuangan BEM melalui rapat anggaran fakultas.

Perubahannya adalah proposal kegiatan UKM dan HMJ dituntut untuk melakukan transparansi dengan menyertakan rincian pos-pos dana. Kemudian, pos yang lebih dari Rp. 1.000.000,00 langsung dikirim oleh fakultas ke rekening terkait, tidak melalui UKM dan HMJ.

Terakhir, rapat anggaran yang biasanya dilakukan tiga bulan sekali kini menjadi dua bulan sekali. “Karena nanti dana kemahasiswaan itu turun satu bulan sekali, turunnya kalo ada kegiatan. Jadi periode rapat anggaran diubah.” Jelas Lia, menteri Keuangan BEM Fisip.

Lia mengaku agak kebingungan dengan peraturan baru mekanisme keuangan ini. “Infonya berubah-ubah, juga nggak jelas” tambahnya.

Menurut Wahyu Indra, sang presiden, perubahan mekanisme ini memang sebenarnya masih simpang siur dari dekanat. “Kita perlu ada kejelasan, misalnya SK (Surat Keputusan) Dikti terkait peraturan ini.” tambah pria berpostur tinggi itu.

Pertemuan ini pun tak selesai sampai disini. Rencananya UKM,HMJ dan BEM akan mengadakan pertemuan dengan pihak Dekanat untuk meminta kejelasan mekanisme keuangan ini dalam minggu ini.(Chx-Mgi)
Merintis Underwear di Kampus

Merintis Underwear di Kampus



Purwokerto, Cahunsoed- Selasa (22/2). Underwear atau pakaian dalam ternyata  dapat menghasilkan puing-puing uang. Hal yang sering dianggap tabu tersebut dimanfaatkan oleh Asty Supastri, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2008.   Berawal dari sekedar coba-coba kini  ia mulai serius menekuninya, seperti yang ia ceritakan  “awalnya cuma coba-coba nawarin ke teman kosan, karena mendapatkan tanggapan yang positif maka saya lanjutkan.” Kelanjutan usahanya tak terlepas dari pembacaan terhadap kondisi sekitarnya yang membutuhkan under wear. “Kalau wanita itu sering ganti-ganti under wear.  kalau pria itu aneh, under wearnya sering hilang,”  ujarnya sambil sedikit tersenyum.



Tidak perlu menggunakan modal besar untuk menjalankan usaha underwear. hanya bermodalkan account Facebook dan metode door to door, ia telah melewati bisnisnya selama delapan bulan. Kekreatifan Asty semakin terbukti ketika ia mengajak tiga temannya yaitu Aji, Nandia, dan Erma untuk bergabung dan mengikuti PKM (Program Kewirausahaan Mahasiswa) dengan Nama Jeroan Apik Collection, kemudian mendapatkan suntikan dana dari Universitas sebesar 11 juta rupiah. Dengan adanya dana tersebut, mereka semakin yakin usahanya semakin besar. (ief, hkm)
Rektor Merubah ‘S’ Menjadi ‘U’

Rektor Merubah ‘S’ Menjadi ‘U’

Unsoed - Cahunsoed, Selasa (22/2). Rupa-rupanya orang nomor satu di UNSOED geram dengan huruf ‘S’ dari kependekan SHC (Soedirman Health Center). Demi menaikkan pamor UNSOED di mata masyarakat, dirubahlah awalan ‘S’ ini menjadi ‘U’, sehingga menjadi UHC (UNSOED Health Center). Pekerjaan yang sangat melelahkan kiranya bagi seorang Rektor untuk memikirkan sebuah nama yang sekaligus juga mempesonakan universitas yang dipimpinnya.

“Ini permintaan Pak Rektor supaya namanya diganti, kalau hanya Soedirman ditakutkan nanti orang menganggapnya bukan Soedirman Universitas, tapi yang lain. Nanti UNSOED-nya gak terkenal. Makanya dirubah menjadi UNSOED Health Center (UHC),” ungkap Rini sembari tersenyum ditengah kesibukannya sebagai staff administrasi keuangan klinik.

Gedung klinik yang terletak di depan FISIP pinggir jalan HR.Bunyamin ini sedang mengalami renovasi. Ruangan klinik bertambah dengan terlebih dahulu merobohkan warteg di samping kanannya. (MG-Chx)
Panggung Teksas Tergusur

Panggung Teksas Tergusur


Sastra Inggris UNSEOD, Cahunsoed- Selasa (22/2). FA Hasibuan , ketua Teksas (Teater Sastra Inggris) merasa jengah, karena ruangan yang biasanya digunakan untuk pentas sekarang sudah berubah fungsi. Tempat paling aktif di kampus sastra kalibakal kini dipadati alat praktek kedokteran gigi.  FA Hasibuan yang biasa dipanggil Aan ini merasa kecewa karena  ia dan kawan-kawan Teksas  tidak dapat lagi menunjukan karya seni mereka.

Kerugian bukan hanya dialami oleh Teksas, tetapi juga  dialami oleh Prodi Sastra Indonesia. Seperti yang diutarakan oleh Aan,  ” bukan hanya kami yang tidak bisa melalukan pentas, tapi Sastra Indonesia yang praktek drama dan kegiatan ospek juga tidak bisa dilakukan lagi di situ.”

“Pembongkaran dilakukan pada saat mahasiswa sedang liburan. Jadi mahasiswa tidak bisa menghalangi.” Tegas Akmal, anggota Teksas.  Mahasiswa yang mencari kejelasan atas tindakan tersebut harus menggigit jari karena tidak ada tanggapan dari Jurusan. “Kita sudah berusaha menanyakan ini pada jurusan, tapi tidak ada tanggapan,” ungkap Aan dengan nada kecewa. (Nif-Ryo)

Unsoed: 5 hari kerja, 6 hari kuliah

Unsoed: 5 hari kerja, 6 hari kuliah

Jangan salah sangka, kebijakan lima hari kerja bukan berarti lima hari kuliah. Kebijakan ini hanya berlaku untuk karyawan, bukan dosen apalagi mahasiswa. Menurut Susi, karyawan Bapendik Fisip Unsoed, “ kuliah akan tetap dilaksanakan selama enam hari.”

“Ruangan nggak cukup kalau mau lima hari, nanti karyawan tetap ada yang piket setiap sabtu. Tapi Bapendik nggak melayani urusan administrasi. Cuma mengurus ruangan dan perlengkapan kuliah aja.” Jelas perempuan berjilbab itu.

“lagi pula dosen juga ga mau mengajar sampe malam.” Tambahnya sembari melayani seorang mahasiswa. (chx)